Jadi Peserta JKN-KIS, IRT di Palangka Raya Merasa Terbantui Saat Berobat

Prestiwi bersama anaknya saat memperlihatkan kartu JKN-KIS saat mendaftar di Kantor BPJS Cabang Palangka Raya belum lama ini.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Prestiwi (38) adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang peduli dengan jaminan kesehatan keluarganya. Wanita paruh baya yang sehari-hari sibuk mengurus rumah tangganya ini, telah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengikuti suaminya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Palangka Raya.

“Saya ingin keluarga saya punya jaminan kesehatan dari program JKN-KIS, karena saya sudah berulang kali merasakan sendiri manfaatnya, makanya saya daftarkan juga anak terakhir (keempat) untuk menjadi peserta JKN-KIS. Jaga-jaga jika sewaktu-waktu sakit,tapi ya mudah-mudahan selalu sehat,” ucap Prestiwi, ketika ditemui belum lama ini di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, untuk mendaftarkan anak keempatnya yang baru lahir sebagai peserta program JKN-KIS.

Sambil menggendong kedua anaknya di kursi antrian, Prestiwi menceritakan pengalamannya setelah merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS. Menurut dia, pengalaman yang ia rasakan dari manfaat menjadi kepesertaan JKN-KIS ini, saat dirawat karena menderita penyakit maag. Pada waktu itu perutnya terasa nyeri sekali, sampai badan lemas.

“Beruntung saya tidak pingsan. Keluarga pun akhirnya membawa saya ke IGD rumah sakit. Dan seusai diperiksa, dokter memutuskan bahwa saya harus dirawat inap. Setelah diperbolehkan pulang ternyata tidak  Rp 1 pun yang mesti saya bayar karena semua telah dijamin JKN-KIS. Luar biasakan manfaat JKN-KIS,”ujarnya.

Ia menyadari bahwa iuran program JKN-KIS yang dibayarkan tidak sebanding dengan manfaat yang  diterimanya. Karena itu lah, setelah terdaftar jadi peserta JKN-KIS,ia tidak perlu khawatir menyiapkan uang untuk berobat karena semuanya bisa dijamin oleh JKN-KIS asal sesuai prosedur.

“Kalau boleh saya bilang, iurannya sangat terjangkau dan tidak akan sebanding dengan manfaat yang nanti diterima, apalagi kalau sampai sakit yang berbiaya mahal. Sungguh sangat membantu sekali program ini,” tandasnya menutup perbincangan. (ar)