UPR Bangun Kerjasama Bidang Kesehatan dengan Balitbangkes Kemenkes RI

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Universitas Palangka Raya (UPR) menjalin kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kerjasama ini ditandai dengan diadakannya penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara kedua belah pihak, yang dihadiri langsung Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof.Dr.dr. Nila Djuwita Moeloek, Sp.M (K) di Harris Hotel & Convention Bekasi Jakarta, Senin (11/03/2019).

Menkes mengatakan, saat ini arah kebijakan pembangunan kesehatan diantaranya meningkatkan kesehatan ibu, anak dan kesehatan reproduksi, mempercepat perbaikan gizi, meningkatkan pengendalian penyakit.

Kemudian, memperkuat implementasi gerakan masyarakat hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat. Meningkatkan pemerataan akses, kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat tata kelola, penelitian,dan pengembangan, serta meningkatkan efektivitas pembiayaan kesehatan.

“Perluasan penelitian dan pengembangan prioritas, mencakup penelitian yang mendorong kemandirian produksi bahan baku obat dalam negeri, life sciences, vaksin halal, perbaikan layanan pencegahan, penemuan dan pengobatan penyakit, serta evaluasi efektivitas penerapan intervensi kesehatan,”kata Nila Djuwita F Moelok saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu, Rektor UPR Dr. Andrie Elia, M.Si menjelaskan, kerjasama ini meliputi peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dalam rangka perumusan kebijakan pembangunan kesehatan.

Disamping itu juga publikasi dan diseminasi serta secara khusus,melingkupi penelitian penyakit dan kesehatan masyarakat berbasis rawa gambut.

Senada juga disampaikan Staf ahli Rektor UPR, Agus Mulyawan. Menurut dia,kerjasama ini disesuaikan dengan strategi program penelitian dan pengembangan kesehatan Kemenkes RI.

Meliputi penguatan jejaring penelitian kesehatan dan laboratorium, yang gunanya untuk memperkuat sistem penelitian di bidang kesehatan, serta pelaksanaan riset yang nantinya di arahkan pada metodologi riset operasional.

Hal diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan perencanaan kesehatan, kemudian peningkatan diseminasi dan advokasi hasil penelitian untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian. (az)