Connect with us

Kapuas

Karyawan PT IFP Tewas Ditusuk

Korban saat tergeletak ketika dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Kamis (1/11).

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com -Seorang karyawan yang bekerja di perusahaan perkebunan sawit PT IFP yang terletak Desa Lahei Mangkutup Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas bernama Virman Sandro Arya Putra (26), terkapar bersimbah darah usai ditusuk menggunakan parang oleh pelaku bernama Yongky Harianto (20), warga Desa Humbang Kecamatan Mantangai, di Mess PT IFP, Kamis (1/11) sekitar pukul 04.30 WIB.

Akibat tusukan pelaku ini, warga Kelurahan Bukit Tunggal Kota Palangka Raya tersebut tewas mengenaskan dengan luka menganga dirusuk badan sebelah kirinya.

Kapolres Kapuas, AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Mantangai AKP Feriza Lubis mengatakan, kejadian pembunuhan tersebut terungkap saat salah seorang saksi mendengar teriakan minta tolong dari korban.

Saat itu aksi langsung datang dan melihat korban berdiri di kamar mess sambil memegang luka di rusuk sebelah kirinya dan berjalan ke arah saksi dan menyebut bahwa korban habis ditusuk oleh pelaku. Namun, saat itu saksi tidak berani memegang korban sampai korban tergeletak dengan posisi terlentang di parkir motor depan mess mandor.

“Saksi lalu berteriak minta tolong dan kemudian korban di bawa ke klinik PT IFP untuk mendapatkan pertolongan,”ungkapnya.

Usai dibawa ke klinik, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dr Doris Sylvanus di Kota Palangka Raya, untuk diberikan perawatan lebih karena kondisi korban sangat parah.

“Keadaannya memburuk saat ini telah dibawa ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, tetapi saat dalam perjalanan korban meninggal dunia,”ujarnya.

Sementara seusai kejadian lanjut dia, pelaku langsung ditangkap bersama barang bukti yang telah diamankan berupa sebilah parang dengan panjang 50 cm yang diduga digunakan untuk menusuk korban.

“Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat pasal 351 KHUP tentang penganiayan berat mengakibatkan kematian. Sehingga terancam hukuman 15 tahun penjara,”tandasnya. (ak)

loading...
Advertisement
loading...
Advertisement