Connect with us

Kobar

Setelah Dikelola, Wisata Budaya Kobar Mulai Diminati Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Wisatawan asing saat disuguhkan tarian adat khas Dayak ketika mengunjungi Rumah Betang di Desa Pasir Panjang.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memiliki sejumlah potensi wisata budaya yang beberapa tahun terakhir telah disentuh pengelolaannya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar, sehinga menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sejumlah potensi wisata budaya ini meliputi Rumah Betang di Desa Pasir Panjang, Makam Kyai Gede, Astana Al-Nursari, Istana Kuning, Kolam Pemandian 7 Putri, dan Rumah Mangkubumi, serta Pawai Nasi Adab dan Festival Marunting Batu Aji.

Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Rumah Betang di Desa Pasir Panjang.

Kepala Dinas Pariwisata Kobar Gusti Imansyah mengatakan, dalam rangka pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Kobar, pihaknya telah menetapkan untuk Rumah Betang di Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan menjadi pusat ekobudaya. 

Makam Kyai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama. Makam ini biasanya ramai dikunjungi warga untuk ziarah.

Rumah adat khas suku Dayak yang terletak di Jalan Utama Pasir Panjang dan berada tidak jauh dari pusat Kota Pangkalan Bun ini, dijadikan sebagai balai budaya, yang dipergunakan untuk menyambut tamu-tamu wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Di rumah ini, para tamu yang dijamu akan menikmati suguhan tarian adat dayak dari para penari dan juga diajak menari bersama.

Istana Kuning saat dari depan di Kelurahan Raja

Sementara untuk Makam Kyai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), difokuskan untuk wisata budaya religi. Karena setiap tahun, khususnya pada saat haul Kyai Gede, makam ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah di Kalteng maupun dari luar Kalteng.

Rumah Mangkubumi di Kelurahan Raja

“Makam Kyai Gede ini, sudah kita tetapkan menjadi pusat wisata budaya religi. Karena setiap tahun ribuan warga pengunjung ramai mendatangi makam ini, baik yang hanya sekedar berziarah maupun yang datang ke acara haulnya,”ujar Imansyah.

Sedangkan untuk Istana Kuning, Rumah Mangkubumi dan Kolam Pemandian 7 Putri di Kelurahan Raja serta Astana Al-Nursari di Kecamatan Kotawaringin Lama, dijadikan sebagai wisata budaya sejarah, bertujuan supaya masyarakat luas tahu, bahwa di Kobar ini pernah berdiri kerajaan Kutaringin yang sampai sekarang sisa peninggalannya masih terjaga dan terpelihara.

Kolam Pemandian 7 Putri di Kelurahan Raja.

“Fokus pengembangan potensi wisata sekarang ini tidak hanya pada Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), dan Pantai Kubu saja. Melainkan sudah mengarah ke sektor wisata lainnya yang kini kita eksplor dan poles. Salah satunya seperti wisata budaya ini,”ungkap Gusti Imansyah.

Selain sejumlah tempat wisata budaya itu lanjut Gusti Imansyah, untuk menyedot perhatian minat masyarakat, pihaknya juga mendorong melalui kegiatan event besar yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Yakni melalui kegiatan Festival Budaya Marunting Batu Aji, dan Pawai Nasi Adab yang biasa dilaksanakan setiap HUT Kabupaten Kobar.

“Momen kegiatan ini tujuannya selain untuk memeriahkan daerah, juga untuk menghadirkan daya tarik masyarakat dan juga wisatawan yang berkunjung ke Kobar, sehingga mereka bisa mengenal lebih dekat budaya daerah kita,” urainya.

Senada disampaikan Bupati Kobar Hj Nurhidayah. Menurutnya, untuk tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar akan menggenjot pengembangan potensi wisata Kobar. Salah satunya potensi wisata budaya Rumah Betang di Desa Pasir Panjang. Desa ini dicanangkan menjadi desa wisata budaya, karena masyarakatnya masih mempertahankan tradisi adat dayak disamping itu letaknya yang strategis dekat dengan pusat Kota Pangkalan Bun.

“Apalagi di desa ini mencerminkan kerukunan antar umat beragama, ini dibuktikan dengan berdirinya bangunan masjid dan gereja serta Balai Hindu Kaharingan secara berdampingan,” ujar Bupati.

Selain rumah betang di Desa Pasir Panjang, lanjut bupati, potensi wisata budaya yang juga jadi perhatian untuk dikelola dengan baik yakni Makam Kyai Gede serta Astana Al-Nursari di Kecamatan Kotawaringin Lama.

“Untuk tahun 2018 ini, kita mulai menginventarisir objek wisata budaya di Kobar. Salah satunya di Kecamatan Kotawaringin Lama. Karena di kecamatan ini asal mula berdirinya kerajaan Kutaringin, dan terdapat Makam Kyai Gede yang kental dengan budaya, oleh sebab itu daerah setempat kita jadikan objek wisata budaya sejarah dan religi,” tandas Hj Nurhidayah.

Terpisah Kepala Desa Pasir Panjang Tamel Otol ketika dimintai keterangan menyambut baik, atas dijadikannya Desa Pasir Panjang sebagai desa wisata budaya. Ditetapkanya desa setempat sebagai desa wisata budaya, lanjut dia, ke depan menjadi motivasi bagi pihaknya untuk menjaga dan memilihara budaya khas masyarakat setempat kemudian meningkatkan unsur etniknya agar lebih berkesan bagi para wisatawan yang berkunjung. (Humas Kominfo)

loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement