Ini Alasan Yulhaidir Pisah dengan Sudarsono

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com
Pecahnya pasangan Sudarsono – Yulhaidir di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018  ini masih menjadi tanda tanya masyarakat Kabupaten Seruyan. Pasalnya, publik menilai selama ini pasangan yang maju melalui jalur Independen pada Pilkada 2013 lalu itu terlihat masih akur, dan tidak ada permasalahan.

Untuk mengungkap hal ini Kaltengekspres.com langsung menanyakan kepada Yulhaidir terkait pecahnya ia dengan Sudarsono.

“Tidak ada masalah antara saya dan bapak (Sudarsono), sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja, beliau juga orangnya baik kok jadi kami sama sekali tidak ada masalah,” ujar Yulhaidir saat di konfirmasi via telpon seluler (ponsel), Minggu (21/01/2018).

Ia menjelaskan, majunya dirinya dalam Pilkada sebagai pesaing Sudarsono dikarenakan kesulitan untuk mengeluarkan terobosan saat menjadi orang nomor dua di pemerintahan. Sementara jika menjadi Bupati ia lebih mudah memberikan berbagai macam terobosan dalam rangka mempercepat kemajuan pembangunan daerah. Motivasi ini lah membuat ia berkeinginan kuat untuk manu menjadi Bupati.

“Selain itu, majunya saya pada Pilkada ini di karenakan adanya dorongan dari masyarakat yang menginginkan saya menjadi nomor satu,”ungkap Yulhaidir kepada Kalteng Ekspres.com saat mengutakan ia maju di Pilkada Seruyan.

Yulhaidir juga mengatakan, bahwa selama ini program pembangunan terbilang lambat karena masih kurangnya ketegasan dari pimpinan daerah.

“Beliau itu kesannya lambat kurang tegas dengan bawahan, kadang-kadang apabila ada larangan dari satu dinas untuk tidak melaksanakan suatu program, maka akan pasrah,”paparnya.

Sedangkan lanjut Yulhaidir, apabila larangan tersebut memang tidak memiliki sanksi hukum maka ia akan tetap menlanjutkan program yang sedang di jalankannya walaupun sebelumnya ada larangan dari dinas, selagi hal itu baik untuk pembangunan.

“Karena Seruyan ini tidak sama dengan kota yang ada di Pulau Jawa yang notabenenya kecil, Seruyan ini daerahnya memanjang jadi tidak bisa memakai sepenuhnya satu aturan dari pusat,”terangnya.

Ia menegaskan selama aturan itu tidak memiliki konsekuensi hukum dan hanya bersifat pelanggaran administrasi baginya tidak masalah selama baik untuk masyarakat, ia siap untuk menabraknya. (vs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here