Waduh! Melon 3 Kg di Pangkalan Bun Langka Lagi

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com  -Sejumlah warga di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan kelangkaan melon gas elpiji 3 kilogram (kg).

Siregar, pemilik toko sembako di Kelurahan Sidorejo mengaku tidak lagi menjual gas melon selama sebulan. Ia mengaku tidak tahu apa penyebab kelangkaan gas 3 kg.

“Sudah sebulan saya tidak mendapat suplay gas khususnya gas 3 kg. Setiap saya tanya ke pangkalan, bilangnya masih kosong,”kata Siregar Minggu (5/11/2017).

Ia pun mengaku, setiap hari banyak warga yang mendatangi kiosnya untuk membeli gas. Pasalnya mereka yang mencari gas mengira masih ada stok. Melihat tabung gas miliknya mencapai puluhan di susun di depan kios. Kondisi ini membuatnya tidak nyaman ke para pencari gas melon.

“Saya sampai tidak enak sendiri setiap orang datang ke sini untuk membeli gas, tapi gasnya kosong.Mudah segera ada kabar tentang suplay gas 3 kg,”ungkapnya.

Kelangkaan gas melon dibenarkan oleh Siti, warga Pangkalan Bun. Ia mengaku sudah berkeliling ke agen-agen mencari gas elpiji dengan harapan masih ada yang mempunyai stok. Namun sayang, upaya ibu dua orang anak itu pulang dengan membawa tabung gas kosong miliknya.

“Aduh mas, saya sudah muter-muter dari Sidorejo,Madurejo, Bundaran Pancasila, sampai Kelurahan Kampung Baru. Semuanya kosong, gimana mau masak kalo nggak punya gas,”keluh Siti ke Kalteng Ekspres.com Minggu (5/11/2017).

Sementara itu pantauan Kalteng Ekspres.com di lapangan, kelangkaan gas 3 kg ini menjadi polemik. Karena meski ada,  harganya pun sangat tinggi. Seperti diketahui, harga eceran gas elpiji untuk ukuran 3 kg seharusnya kisaran Rp 18 ribu. Dengan langkanya melon ini, harganya melambung tinggi mencapai Rp 40 ribu.

Kondisi ini membuat warga yang sudah terhimpit ekonominya jadi bertambah sulit. Lantaran dengan harganya naik empat kali lipat dari harga eceran membuat warga semakin susah memperoleh gas elpiji di Kobar. (ghy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here