Cabor Bulu Tangkis di Lamandau Minim Perhatian Pemkab

NANGA BULIK, Kaltengekpres.com – Cabang olahraga (Cabor) bulu tangkis di Kabupaten Lamandau sangat memprihatinkan. Pasalnya, selama ini Cabor tersebut tidak pernah lagi berpartisipasi dalam event-event akbar seperti pekan olahraga provinsi (Porprov) maupun event besar lainnya.

Ketua PBSI cabang Lamandau Adi Benu mengatakan, terakhir kali Lamandau mengikuti kompetisi atau turnamen bulu tangkis adalah pada gelaran Porprov tahun 2007 lalu.

“Setelah itu tidak pernah lagi ikut kompetisi atau turnamen dimana pun, sementara ini kami aktif di gedung ini ya lewat klub Persatuan Bulu Tangkis (PB) yang ada disekitaran Nanga Bulik saja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diakibatkan tidak adanya perhatian dari Pemkab dalam hal ini KONI Cabang Lamandau. Karena setiap kali pihaknya mengajukan proposal anggaran untuk melakukan pelatihan atau pembinaan anak anak usia dini, terakhir 2016 lalu diaajukan tetap tidak pernah ada respon. “Ya kita kalau tidak ada respon dana, bagaimana kita bisa jalan,” ucap Adi.

Menurutnya, untuk turnamen bulu tangkis Lamandau Cup 2017 ini saja dari awal penyisihan sampai pada laga final baru disaksikan. Semuanya bisa berjalan karena memanfaatkan uang pendaftaran yang kita terima, sebab pihaknya belum terima dana apapun dari Dispora Lamandau.

“Bahkan kita juga tidak tahu pasti berapa nominal hadiahnya, apakah tetap sesuai rencana awal dengan total keseluruhan Rp 24 juta untuk cabor bulu tangkis, atau ada perubahan dalam sidang pembahasan yang sempat dua kali digelar oleh pihak penyelenggara Lamandau Cup 2017 dalam hal ini Dispora Lamandau” pungkas Adi Benu selaku Koordinator Cabor Bulu Tangkis Lamandau Cup 2017 yang juga merupakan Ketua PBSI Cabang Lamandau.

Ia menambahkan, Pemkab Lamandau memiliki cabor cabor prioritas dan bulu tangkis tidak masuk didalamnya.

“Ada 6 atau 7 cabor yang menjadi prioritas Pemkab salah satunya cabor catur terus cabor taekwondo kalo tidak salah, saya juga tidak terlalu paham cabor apa apa saja yang jelas bulu tangkis tidak masuk dalam cabor yang di prioritaskan” tambahnya.

Pada awal tahun 2018 PBSI Lamandau berencana  mengadakan turnamen bulu tangkis antar pelajar, mengingat pertengahan tahun 2018 akan ada Porprov. Adi mengharapkan, agar Pemkab juga memperhatikan cabor bulu tangkis sebab peminatnya juga banyak dan juga punya peluang untuk berprestasi. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here