Connect with us

Nasional

Incar Dana Rp93 Miliar, PT KPC Patok Harga IPO Rp120-Rp170/Saham

JAKARTA, Kaltengekspres.com – Perusahaan tambang, PT Kapuas Prima Coal (KPC) berencana melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan pun telah melakukan due diligence meeting dan public expose dengan para investor.

Direksi dan Komisaris serta manajemen PT KPC saat poto bersama seusai rapat di BEI Selasa (26/9)

Pada gelaran IPO ini, perusahaan berencana melepas 550 juta lembar saham atau setara dengan 20,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah penawaran umum.

Direktur PT KPC Padli Noor mengatakan, perseroan menawarkan saham di harga Rp120-Rp170 per saham. Dengan demikian, perseroan menargetkan raihan dana sebesar Rp66 miliar hingga Rp93,5 miliar.

“Penawaran umum ini merupakan komitmen manajemen sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan usaha dan berkesinambungan. Perusahaan juga lebih transparan, akuntabel, profesional dan mengikuti ketentuan good corporate governance,” ujarnya di Gedung Bursa Efek indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Padli Noor melanjutkan, dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Modal kerja digunakan untuk eksplorasi dan pembangunan infrastruktur.

“Penggunaan dana hasil IPO tersebut akan memberikan kemampuan keuangan yang lebih kuat serta mendukung strategi pengembangan usaha yang lebih solid di masa mendatang,” kata dia.

Melalui penawaran umum saham perdana perusahaan bakal menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB) senilai Rp70 miliar atau 500 juta lembar saham biasa atas nama pada tanggal penjatahan.

Proses book building dimulai tanggal 26 September 2017 hingga 28 September 2017 dan telah mendapatkan pernyataan pra efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 26 September 2017 hingga dengan 28 September 2017. Serta telah mendapatkan pernyataan pra efektif dari OJK pada tanggal 22 September 2017 dan diharapkan listing di BEI pada tanggal 16 Oktober 2017.

Sebagai informasi, perusahaan didirikan pada tahun 2005 dengan kegiatan usaha di bidang pertambangan dan perdagangan. Adapun lokasi penambangan di Desa Bintang Mengalih, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah berjarak 190 km dari Pangkalan Bun, dengan pelabuhan di Kalaf, dengan wilayah penambangan 5,569 Ha.

Untuk kinerja keuangan, per 30 April 2017, perseroan memiliki penjualan Rp107 miliar dan total ekuitas sebesar Rp299 miliar. Perseroan juga memiliki kewajiban sebesar 326 miliar. (hm)
loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement