Connect with us

Hukum Kriminal

Nah!! Lagi, Polisi Sita Barbuk Selang di Rumah YB

IST/ Membeberkan - Polda Kalteng sedang membeberkan alat bukti dan tersangka dalam kasus pembakaran 7 sekolah di Palangka Raya.
PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Anggota Polisi Daerah (Polda) Kalteng, terus menggali alat bukti pendukung lainnya, dalam kasus pembakaran 7 sekolah di Kota Pangka Raya Provinsi Kalteng, yang menetapkan sejumlah tersangka termasuk oknum anggota dewan berinsial YB. Kamis (7/9),  sekitar pukul 18.30 Wib, kediaman YB, kembali digeledah. Kali ini, dari kediaman tersangkat tersebut, polisi menyita selang berwarna biru yang biasa digunakan untuk membersihkan kendaraan oleh keluarga YB.

Dalam proses penyitaan tersebut, sempat bersetegang antara pihak polisi dengan keluarga YB. Terutama saat polisi hendak membawa selang tersebut. Pihak keluarga YB menolak barang itu dibawa, tanpa diketahui oleh pengecara YB yakni Sukah L Nyahun. Namun, polisi tetap bersekukuh membawa barang tersebut.

Salah seorang keluarga YB, Jefferson Dau mengatakan, kecewa dengan sikap anggota polisi tersebut. Menurut dia, kedatangan anggota polisi ini terkesan mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Seandainya ada pemberitahuan, kita akan memanggil penasehat hukum (PH) YB. Tadi polisi datang kesini menyita selang air katanya atas perintah Bareskrim, dari petunjuk saksi di Jakarta,”ungkap Jefferson Dau SH Kamis (7/9).

Menurut dia, polisi menyita selang tersebut karena  berdasarkan keterangan saksi sebelumnya pernah dipakai untuk menuangkan bahan bakar minyak (bbm), yang digunakan membakar sekolah. Untuk membuktikannya pihak keluarga meminta sama-sama mencium selang air yang diambil itu, guna menegtahui ada bau bensin atau tidak. Lantaran saat dicium piham keluarga, tidak ada bau apa-apa.

“Saat selang itu dicium dihadapan anggota polisi tidak ada bau apa-apa, kami ajak mereka juga untuk menciumnya, termasuk tokoh masyarakat yang juga ikut menciumnya. Juga tidak ada mencium bekas bau bbm. Namun nanti biar nanti pihak forensik yang memeriksa. Tapi kita kan tidak tahu nanti kalau ditukar,”paparnya.

Dijelaskannya, dakam kasus tersebut pihaknya akan mengungkap fakta sesungguhnya. Apakah benar atau tidak YB terlibat, seperti yang diungkapkan saksi-saksi sebelumnya. Supaya jangan sampai ada rekayasa.

“Mengenai saksi-saksi, kita akan bantai nanti ketika jadi saksi di sidang, jika memang dia gak benar maka harus dituntut dan juga tanggung jawab dari penyidik, kenapa saksi diajukan direkayasa begitu,” imbuh Jefferson Dau yang juga pengamat hukum. (BA)
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel ini telah dilihat : 4 kali.
error: Content is protected !!