Wagub Beri Tausiyah Kebangsaan di Samuda

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak akan pernah luput dari peran pemuka agama dan pesantren, demikian pula perjuangan bangsa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini. Karena itu jangan ajarkan umat Islam tentang kebangsaan karena umat Islam paling mengerti kebangsaan, karena Islam diajarkan cinta tanah air.

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Habib Said Ismail Balghaits saat memberikan tausiyah kebangsaan, pada kegiatan syukuran kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Muttaqin Jaya Kelapa, Samuda Minggu (20/8).

Menurut Habib, bulan Agustus adalah bulan keramat karena di bulan tersebut para founding father memproklamasikan bangsa Indonesia. Termasuk bagi umat Islam Indonesia.

Dikatannya, peranan umat islam begitu besar dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ini dibuktikan dengan proklamator sendiri beragama Islam.”Bung Karno dan Bung Hatta beragama Islam,” tegasnya.

Bahkan dasar negara Indonesia Pancasila dan UUD 1945 merupakan unsur ajaran agama Islam. Karena itu lanjutnya, Nabi SAW bersabda yang artinya, barang siapa yang tidak bisa menampakan terima kasih pada manusia maka tidak bersyukur kepada Allah.

“Kita harus berterima kasih pada orang tua, dengan guru, dan kita ini merdeka karena perjuangan pahlawan, bagaimana berterima kasihnya yaitu mengisi kemerdekaan ini dengan kebaikan jangan memecah belah,” katanya.

Dijelaskannya, Islam mengajarkan umat Islam taat pada pemimpin, taat pada presidennya, taat pada gubernurnya, dan taat pada bupatinya, dalam melakukan pembangunan bangsa ini.

“Karena itu jangan mengejek-ejek pemimpin. Saya tidak suka kalau ada memei yang mengejek-ejek pemimpin, mengejek-ejek Presiden. Maka kita harus taati pemimpin,” kata Said Ismail, mengisyaratkan umat Islam harus taat pada ulil amri. (lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here